Archive | November 2011

BUDI PEKERTI

TOLERANSI

 

Toleransi adalah istilah dalam konteks sosialbudaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas, misalnya partai politikorientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.

Toleransi berarti bersikap tenggang rasa diri, bersikap sabar, membiarkan orng berpendapat lain, dan berhati lapang,bersikap menghargai pendirian orang lain, penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja. Adapun yang menjadi landasan toleransi beragama adalah mengingat negara  RI merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau besar maupun kecil, yang terdiri dari berbagai kebiasaan-kebiasaan/adapt istiadat, warna kulit, bahasa, suku, ras, dan keyakinan/ agama yg berbeda-beda pula.

Sikap toleransi antar umat beragama yang tertanam dalam diri sangat besar manfaatnya untuk menumbuhkan sikap hormat menghormati antar pemeluk agama sehingga tercipta suasana yang tenang, tentram dan damai. Sikap toleransi harus di kembangkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga, kehidupan masyarakat, maupun dalam kehidupan beragama. Dilingkungan keluarga toleransi ini merupakan dasar untuk membentuk keluarga yang harmonis,tentram dan damai. Anatra anggota keluarga terdapat hubungan timbal balik, yang saling menghormati dan saling menghargai.

Toleransi dalam kehidupan masyarakat dapat dicapai dengan mengujutkan kerukunan dan ketenangan antara sesama pemeluk agama yang berbeda-beda, kita hendaknya menyadari bahwa kita melupakan satu bangsa yang hidup bersama-sama di tempat yang sama dan dengan tujuan nasional yang sama pula.

AGAMA HINDU

SRADHA

Hukum Karma Phala dan Punarbhawa merupakan bagian dari Panca Sradha. Sradha berarti “yakin”, “percaya”, yang melandasi umat Hindu dalam meyakini keberadaan-Nya. Umat Hindu mendasari keyakinannya berjumlah lima, yang disebut dengan panca Sradha. Panca Sradha meliputi:

  • Brahman     :Widhi Tattwa, keyakinan terhadap Tuhan
  • Atman        :Atma Tattwa, keyakinan terhadap Atman
  • Karmaphala         : Karmaphala Tattwa, keyakinan pada Karmaphala (hukum sebab-akibat).
  • Samsara      :Keyakinan pada kelahiran kembali
  • Moksha      : Keyakinan akan bersatunya Atman dengan Brahman.

Hukum Karma Phala adalah hukum kerja,yang mana segala perbuatan akan mendatangkan hasil.Hukum Karma Phala juga disebut hukum sebab akibat yaitu segala akibat pasti ada sebabnya dan segala sebab pasti akan menimbulkan akibat.Manusia tidak bisa lepas dari Hukum Karma,karena karma merupakan kehidupan.Tidak berkarma berarti tidak ada kehidupan.

Hukum Karma Phala dibedakan menjadi tiga yaitu:

1.Sancita Karma Phala adalah perbuatan kita pada masa yang lalu,yang belum habis dinikmati dan masih merupakn benih yang menentukan kehidupan yang sekarang.

2.Prarabda Karma Phala adalah phala atau hasil dari perbuatan kita yang sekarang(pada kehidupan ini) langsung kita nikmati hasilnya sekarang (pada kehidupan ini)juga.

3.Kryamana Karma Phala adalah phala atau hasil dari perbuatan yang kita lakukan pada masa kehidupan ini,yang tidak sempat dinikmati maka akan diterima pada kehidupan yang akan datang.

*Pembagian karma berdasarkan atas macamnya perbuatan atau kerja yang dilakukan oleh manusia yaitu:

1.Karma Sangga: segala perbuatan atau tugas dan kewajiban yang berhubungan dengan keduniawian hidup di dunia ini yang menyangkut kehidupan social manusia.

Karma Sangga dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

a.Karma Kara: bekerja dengan tenaga jasmaninya dan menerima upah.

b.Karma Kesama: bekerja dengan tenaga rohaninya dan menerima upah.

2.Karma Yoga: perbuatan atau kerja yang tidak mengharapkan upah(hasil).

3.Karma Wesana: bekas-bekas atau kesan-kesan dari segala gerak atau perbuatan yang melekat pada suksma sarira atau alam pikiran.

*Punarbhawa artinya kelahiran yang berulang-ulang.Punarbhawa juga sering disebut Reinkarnasi atau Samsara.Disebut samsara karena pada dasarnya lahir kedunia ini merupakan suatu penderitaan yang disebabkan oleh dosa pada kehidupan yang dahulu.Antara Hukum Karma Phala dengan Punarbhawa memiliki hubungan yang sangat erat,saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.Karma menimbulkan Karma Wesana(bekas-bekas perbuatan),dan karma wesana akan menentukan bentuk kelahiran yang akan datang.Baik buruknya karma menentukan baik buruknya kelahiran yang akan datang.

Contoh-contoh Hukum Karma Phala dan Punarbhawa

a.Karma yang dibuat sekarang yang hasilnya sekarang juga diterima contohnya:

- Kalau kita makan nasi,habis makan perut akan kenyang.

- Habis mandi perasaan akan menjadi segar.

b.Karma yang dibuat sekarang di dunia tetapi hasilnya diterima di alam baka,contohnya:

- Jika seseorang berbuat baik,jujur,suka menolong,adil maka setelah mati ia akan mendapat sorga.Sebaliknya bila hidupnya seseorang selam hidupnya berbuat jahat maka setelah mati ia akan disiksa di neraka

c.Karma yang dibuat sekarang di dunia tetapi hasilnya diterima kemudian,baik pada akhir hidup sekarang atau pada kelahiran yang akan datang contohnya:

-Cerita Sang Pandu yang mengalami kematian pada saat bersenggama dengan Dewi Madri sebagai hasil karmanya membunuh kijang siluman dari seorang pendeta yang sedang bersenggama.

d.Karma yang dibuat sekarang di dunia ini yang hasilnya diterima pada kelahirannya yang akan datang.Contohnya:

- Cerita pada akhir perang Bharatayudha.